SAAT seorang pemain tak gemilang di klub tertentu, bukan berarti kariernya gagal total. Dia mungkin akan sukses bermain di klub lain yang memiliki karakter cocok dengan kualitasnya.
Dalam dunia sepakbola, hal ini sering sekali terjadi. Bahkan, terkadang membuat klub asal rugi membuang pemain yang bersangkutan begitu saja, lantaran dia sangat bersinar di klub barunya. Inilah lima pemain yang membuat klub asal sangat menyesal:
5. Daniel Sturridge
Era Brendan Rodgers di Liverpool mungkin sudah menjadi catatan masa lalu mengingat kini memiliki pelatih sekelas Jurgen Klopp. Namun, jasa sosok asal Irlandia Utara tersebut dalam membawa Sturridge dari Chelsea takkan pernah dilupakan begitu saja.
Saat masih di Chelsea, Sturridge gagal bersinar lantaran lebih sering ditempatkan di posisi sayap kanan atau “pembantu” para penyerang. Belum lagi dengan fakta The Blues adalah klub kaya raya yang memiliki dana tak terbatas untuk membeli pemain berkualitas, sehingga Sturridge kian terpinggirkan.
Kebangkitan Sturridge terlihat pada 2011 saat dia dipinjamkan ke Bolton Wanderers. Bermain sebagai penyerang lubang, dia mengakhiri masa pinjaman di The Trotters dengan catatan delapan gol dari 12 laga.
Hal yang mengejutkan, penampilan apik Sturridge tetap tak menular saat dikembalikan ke Chelsea, dan dua musim kemudian dia dijual seharga 12 juta pounds kepada Liverpool. Masa keemasan sang bomber adalah duetnya dengan Luis Suarez. Dia mencetak 21 gol dari 29 penampilan dan hampir membawa The Reds menjuarai Premier League.
4. Kevin de Bruyne
Jika kepergian Sturridge tak terlalu menyakitkan bagi Chelsea, lain halnya dengan Kevin de Bruyne. Penjualan De Bruyne ke VfL Wolfsburg dipastikan sangat membuat The Blues frustrasi.
Memang, Chelsea masih untung lantaran membeli De Bruyne dari Genk seharga 7 juta pounds, lalu menjualnya ke Wolfsburg dengan 17 juta pounds. Tapi, yang paling menyakitkan adalah sang gelandang serang dijual Die Wolfe ke Manchester City dengan nilai 55 juta pounds!
Chelsea memang seperti bukan jalan hidup De Bruyne, sebab saat itu dia harus bersaing dengan Juan Mata yang sudah dulu berperan sebagai pemain nomor 10, lalu kian berkembangnya penampilan Oscar. Kini bersama City, gelandang berkebangsaan Belgia ini adalah salah satu pemain paling bersinar di Premier League.
3. Gerard Pique
Hingga saat ini Manchester United pasti masih menyesal membiarkan Pique hengkang ke Barcelona. Pasalnya, sang bek bisa menjadi jawaban atas rapuhnya lini belakang selepas habisnya era duet Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic.
Pique tercatat hanya memiliki pengalaman 12 kali bertanding untuk United, dan justru bersinar saat dipinjamkan ke Real Zaragoza karena memiliki duet sekelas Gabriel Milito. Sekembalinya ke Old Trafford, dia masih penghuni bench lantaran Ferdinand-Vidic masih menjadi andalan.
Meski dijual 5 juta pounds setelah didatangkan secara gratis, Pique tetap menjadi pemain yang hingga kini dirindukan para fan United, termasuk Sir Alex Ferguson. Kini, suami dari penyani Shakira tersebut memiliki peran penting dalam permainan Barcelona atau pun Tim Nasional Spanyol.
2. Philippe Coutinho
Setelah disia-siakan Inter Milan, Coutinho kini adalah komponen paling penting dalam pola penyerangan Liverpool. Dari zamannya Luis Suarez hingga kini ke Christian Benteke, gelandang berkebangsaan Brasil tersebut masih menjadi pujaan publik Anfield.
Lagi-lagi, kejelian Brendan Rodgers patut diberikan apresiasi padahal pembelian sang gelandang saat itu sempat diragukan para suporter The Kop. Pasalnya, Coutinho saat itu masih sangat muda dan gagal di Inter, lalu ditebus dengan harga cukup tinggi yakni 8,5 juta pounds. Tapi, lihat sekarang, bahkan Coutinho baru menerima penghargaan sebagai pemain terbaik Liverpool edisi November 2015.
1. Paul Pogba
Saat masih membela Manchester United, siapa yang kenal sosok Pogba? Bermain dengan seragam merah saja jarang. Bakatnya disia-siakan oleh Sir Alex, pelatih United saat itu, yang membiarkan Il Polpo pergi ke Juventus tanpa embel-embel mahar sepeser pun.
Bersama Juventus, Pogba lantas menjelma jadi salah satu gelandang terbaik dunia. Prestasinya yang paling mengkilap adalah sebagai pemain muda terbaik Piala Dunia 2014 mengalahkan Raphael Varane dan Memphis Depay. Mengantarkan Juventus empat kali juara Serie A juga masih hitungan.
Setiap jendela transfer dibuka, Pogba selalu dikaitkan menuju klub-klub besar seperti Barcelona, Real Madrid, dan Paris Saint-Germain. Ketiga klub kaya tersebut bahkan dikabarkan rela memecahkan rekor transfer termahal dunia yang saat ini dipegang Gareth Bale.
(pds)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar