Jumat, 27 November 2015

Kritik Scholes Pada Schweinsteiger,Tepat Sasaran atau Bualan?

Awal pekan ini, Paul Scholes memberikan kritikan kepada gelandang Manchester United, Bastian Schweinsteiger. Kritikan itu diberikan hanya sesaat setelah The Red Devils menang tipis 2-1 saat melawan Norwich City.

Dalam kritikannya itu, legenda The Red Devils itu menyebut bahwa Schweinsteiger terlalu berhati-hati dalam permainannya di Manchester United, dan menurutnya gaya itu adalah apa yang memang diinginkan pelatih Louis van Gaal kepadanya.

"Dua gelandang bermain terlalu jauh di depan para bek dan mereka hanya melakukan umpan yang mudah. Schweinsteiger biasanya berakhir di posisi bek kiri.  Saya tidak keberatan dengan hal tersebut, namun ia terlalu banyak memberikan sentuhan dan seringkali kembali ke sisi dalam. Ia lebih sering mengumpan ke kiper dan meski begitu terus bermain tiap pekan, jadi manajer pasti senang dengan cara mereka bermain," kritik Scholes saat itu

"Anda harusnya mengharap lebih dari Schweinsteiger, pemain yang pernah memenangkan Liga Champions dan Piala Dunia. Seorang pemain tengah harus bisa membuka ruang. Secara defensif, tim memang brilian, dan itulah mengapa mereka tidak memberikan kontribusi apapun pada lini depan," tambahnya.

Dalam pandangan Scholes, sebagai seorang gelandang, peran terbesar yang bisa ditampilkan adalah untuk menemukan ruang, tak hanya berada di depan empat bek tapi juga memiliki kontribusi untuk lini depan.


Meskipun mendapatkan banyak kritik, Scholes tampaknya lupa bahwa Schweinsteiger juga pernah memberikan penampilan terbaiknya di Manchester United.  Bahkan saat melawan Liverpool, suporter The Red Devils memanggilnya Deutscher Fussballmeister dalam chant yang mereka kumandangkan, mengadaptasi chant dari suporter Bayern Munchen yang ditujukan pada sang gelandang.Saat mengalahkan Liverpool 3-1 itu, gelandang asal Jerman itu menjadi pemain yang paling banyak membuat sentuhan dengan bola, yakni 106 sentuhan. Dia juga membuat 86 umpan dengan tingkat sukses mencapai 86,1%. Meskipun dia tak melakukan key pass selama pertandingan, namun peran Schweinsteiger sebagai sosok yang penyeimbang permainan di lini tengah The Red Devils tak terbantahkan.

Lalu bagaimana dengan pertandingan melawan Norwich City, yang dijadikan rujukan Scholes memberikan kritik kepada Schweinsteiger. Apakah tepat atau hanya bualan Scholes saja?

Mari kita lihat bagaimana catatan statistik pada pertandingan itu. Whoscored mencatat bahwa pada laga itu Manchestee United menguasai bola dengan catatan 52,6% berbanding 47,4% milik tuan rumah. Sedangkan tingkat umpan sukses, The Red Devils mencatat rata-rata 76% berbanding 64% umpan sukses milik Watford.

Lantas bagaimana dengan performa Schweinsteiger pada laga itu? Bila menilik dari catatan Whoscored pada laga tersebut, Schweinsteiger mungkin kurang bisa 'memuaskan' seorang Scholes dengan kritiknya. Namun statistik mengatakan bahwa Schweinsteiger merupakan pemain dengan sentuhan bola terbanyak kedua (79 sentuhan) setelah Daley Blind (80 sentuhan) di skuat Manchester United.

Untuk urusan umpan pun, Schweinsteiger juga masih digdaya. Schweinsteiger menjadi pemain dengan umpan terbanyak di Manchester United dengan melepas 64 umpan dengan tingkat akurasi 72% atau sebanyak 46 umpannya sukses. Jumlah ini lebih baik dari milik Daley Blind yang menjadi pemain kedua dengan umpan terbanyak(60 umpan).
Selain perannya dalam memainkan gaya bermain Louis van Gaal, Scheinsteiger juga berperan besar dalam bertahan. Gelandang Jerman itu membuat tiga tekel sukses dari lima percobaan tekel dan melakukan dua intersep dan dua sapuan. Hanya kalah dari Daley Blind yang merupakan seorang pemain bertahan.

Bukan hanya itu, Schweinsteiger juga berperan besar atas gol kemenangan Manchester United. Seakan akan berakhir imbang 1-1, Schweinsteiger merangsek ke kotak penalti pada menit ke-90 sebelum tendangannya memaksa Troy Deeney melakukan gol bunuh diri.

Scholes mungkin mengkritik gaya main Schweinsteiger untuk tak secara langsung mengkritik filosofi bermain pelatih Louis van Gaal. Selama membesut Manchester United, filosofi Van Gaal yang mengandalkan umpan-umpan antar pemain untuk mendominasi laga memang disebut membosankan dan tak 'membunuh' seperti Manchester United yang selama ini dikenal.

Lantas bagaimana menurut kalian Bolaneters, apakah kritik yang dialamatkan Scholes kepda Schweinsteiger tersebut sudah tepat sasaran? Atau justru hanya sebuah bualan? Berikan komentar kalian di kolom yang sudah disediakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar